ARTIKEL PENCEMARAN LINGKUNGAN
Pada
artikel yang saya buat ini, saya akan memperlihatkan salah satu dampak pencemaran
lingkungan, yang membuat terjadinya pencemaran terhadap air, tanah, sampai ke
udara dan iklim. Di artikel ini juga akan dijelaskan mengapa hal itu bisa
terjadi, sehingga semakin lama lingkungan di sekitar kita semakin rusak.
Kiranya artikel yang saya buat ini dapat menambah pengetahuan bagi pembacanya.
Selamat Membaca....!!! ^^
Dampak Negatif Penggunaan Energi Fosil dari Sektor Transportasi
dan Industri
Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga
peningkatan kebutuhan energi pun tak
dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh
dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara
langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap
lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini
menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya. Pencemaran udara terutama di
kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga
mengganggu
kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan
terjadinya gangguan kesehatan.
Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan
bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada
sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar,
disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian
dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan
bahwa kendaraan
bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan
bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992).
Skema
dampak Penggunaan Energi Fosil dan Sektor Transportasi dan Industri pada
Lingkungan.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi
dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak
negatif terhadap lingkungan (misalnya air, tanah, serta udara
dan iklim). Berikut ini
disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan
lingkungan.
Dampak terhadap Perairan
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan
pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya : bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan
tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau
air tanah) dapat menyebabkan
pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh
kesalahan manusia.
Kepulauan seribu yang tercemar minyak
bumi dan sampah-sampah
Dampak Terhadap Tanah
![]() |
| Hutan yang rusak akibat pertambangan batu bara |
Dampak penggunaan energi
terhadap tanah dapat diketahui, (misalnya dari pertambangan batu bara). Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama
dalam pertambangan terbuka (Open
Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan
lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di
tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan
batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.
Dampak Terhadap udara dan iklim
Selain menghasilkan
energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya :
minyak bumi, batu
bara) juga melepaskan
gas-gas, antara lain Karbon dioksia
(CO2),
Nitrogen oksida (NOx), dan Sulfur dioksida
(SO2)
yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog, dan pemanasan global).
Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas
NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi
NOx
berasal
dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit
listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses
alami (misalnya kegiatan
mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut
berubah menjadi asam
nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas
SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan
peleburan logam.
Seperti kadar NOx di udara, setengah dari
konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk Asam Sulfat (H2SO4)
yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NOx dan
SO2
ke
udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam sitrat (HNO3)
dan asam
sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan
tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari
5,6 yang merupakan pH “Hujan Normal”),
yang dikenal sebagai “HUJAN ASAM”. Hujan Asam menyebabkan tanah
dan perairan
(danau atau sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi.
Untuk perairan,
hujan asam akan menyebabkan terganggunya
makhluk hidup di dalamnya. Selain itu
hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).
Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh
tingginya kadar gas NOx, SO2, O3,
di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan
bermotor , dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk
dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.
E
|
misi CO2 adalah pemancaran atau
pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut
menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan
efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut
menyerap sinar matahari (radiasi infra merah) yang dipantulkan oleh bumi
sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim
dan kenaikan
permukaan air laut.
Emisi CH4 (Metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara
yang berasal antara lain, dari gas bumi yang tidak terbakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah
gas metana.
Metana
merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan
global.
Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi,
juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi.
Membakar 1 ton batu bara
menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah
energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai
2 ton
sedangkan dari gas
bumi hanya 1,5 ton.
Peranan kita untuk mencegah itu semua
Yang hanya bisa kita lakukan adalah dengan menjaga dan mencemari sungai
agar kota menjadi sehat dan segar. Mengurangi pembakaran sampah yang dapat menimbulkan polusi udara. Lebih
baik kita mendaur ulangnya. Serta menjaga dan melestarikan lingkungan alam kita
ini dengan sebaik mungkin (misalnya membuang sampah pada tempatnya). Karena
bumi ini adalah tempat kita hidup dan berpijak yang harus kita rawat dan jaga.
Itu dulu informasi dari saya.. Tunggu post-post yang menarik
lainnya ya teman J sekian dan
terimakasih...


.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar