Minggu, 12 Januari 2014

BIOLOGI : Artikel Pencemaran Lingkungan



ARTIKEL  PENCEMARAN  LINGKUNGAN


Pada artikel yang saya buat ini, saya akan memperlihatkan salah satu dampak pencemaran lingkungan, yang membuat terjadinya pencemaran terhadap air, tanah, sampai ke udara dan iklim. Di artikel ini juga akan dijelaskan mengapa hal itu bisa terjadi, sehingga semakin lama lingkungan di sekitar kita semakin rusak. Kiranya artikel yang saya buat ini dapat menambah pengetahuan bagi pembacanya. Selamat Membaca....!!! ^^

Dampak Negatif Penggunaan Energi Fosil dari Sektor Transportasi dan Industri


Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan  energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya. Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992).

Skema dampak Penggunaan Energi Fosil dan Sektor Transportasi dan Industri pada Lingkungan.

Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya air, tanah, serta udara dan iklim). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan.


Dampak terhadap Perairan

Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya : bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia. 





Kepulauan seribu yang tercemar minyak bumi dan sampah-sampah





Dampak Terhadap Tanah

Hutan yang rusak akibat pertambangan batu bara
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, (misalnya dari pertambangan batu bara). Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.


Dampak Terhadap udara dan iklim



Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya : minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain Karbon dioksia (CO2), Nitrogen oksida (NOx), dan Sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog, dan pemanasan global).



Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.

Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk Asam Sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.

Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam sitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH Hujan Normal), yang dikenal sebagai “HUJAN ASAM”. Hujan Asam menyebabkan tanah dan perairan (danau atau sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).

Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3, di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor , dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.

E
misi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi infra merah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.



Emisi CH4 (Metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal antara lain, dari gas bumi yang tidak terbakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.




Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton.


Peranan kita untuk mencegah itu semua

Yang hanya bisa kita lakukan adalah dengan menjaga dan mencemari sungai agar kota menjadi sehat dan segar. Mengurangi pembakaran sampah yang dapat menimbulkan polusi udara. Lebih baik kita mendaur ulangnya. Serta menjaga dan melestarikan lingkungan alam kita ini dengan sebaik mungkin (misalnya membuang sampah pada tempatnya). Karena bumi ini adalah tempat kita hidup dan berpijak yang harus kita rawat dan jaga.



  
Itu dulu informasi dari saya.. Tunggu post-post yang menarik lainnya ya teman sekian dan terimakasih...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar